Panjang rantai rol yang dibutuhkan
Dengan menggunakan jarak pusat antara poros sproket dan jumlah gigi pada kedua sproket, panjang rantai (angka pitch) dapat diperoleh dari rumus berikut:
Lp=(N1 + N2)/2+ 2Cp+{( N2-N1 )/2π}2
Lp: Panjang rantai keseluruhan (Nomor pitch)
N1 : Jumlah gigi pada sproket sederhana
N2 : Jumlah gigi pada sproket substansial
Cp: Jarak tengah antara dua poros sproket (Jarak antar gir rantai)
Nilai Lp (jumlah pitch) yang diperoleh dalam rumus di atas jarang sekali berupa bilangan bulat, dan biasanya berupa pecahan desimal. Bulatkan desimal tersebut menjadi bilangan bulat. Gunakan offset jika angkanya ganjil, tetapi pilihlah angka genap jika memungkinkan.
Setelah Lp ditentukan, hitung ulang jarak tengah antara poros penggerak dan poros yang digerakkan seperti yang dijelaskan pada paragraf berikut. Jika jarak tengah sproket tidak dapat diubah, kencangkan rantai dengan menggunakan idler atau pengencang rantai.
Jarak tengah antara poros penggerak dan poros yang digerakkan
Jelas, jarak pusat antara poros penggerak dan poros yang digerakkan harus lebih besar dari jumlah jari-jari kedua sproket, tetapi secara umum, jarak pusat sproket yang sesuai dianggap 30 hingga 50 kali jarak antar gigi rantai. Namun, jika beban berdenyut, 20 kali atau kurang sudah cukup. Sudut pengencangan antara sproket kecil dan rantai harus 120° atau lebih. Jika panjang rantai rol Lp diberikan, jarak pusat antara sproket biasanya diperoleh dengan rumus berikut:
Cp=1/4Lp-(N1+N2)/2+√(Lp-(N1+N2)/2)^2-2/π2(N2-N1)^2
Cp: Jarak pusat sproket (jumlah pitch)
Lp
: Panjang rantai keseluruhan (jumlah pitch)
N1 : Jumlah gigi pada sproket kecil
N2 : Jumlah gigi pada sproket besar
Panjang Rantai dan Jarak Pusat Sproket
TAG: